Detik memaksa ingatan untuk bertanya. Menagih candu yang dulu begitu mudah aku menerima,
kini kabarmu hanya rintihan duka yang menyimpul di batas hampa.
Memukul kepalaku, lebam jiwaku.
Ingin aku pergi mencintai ribuan hati, tapi semua tentangmu masih saja mengitari. Bayangkan ....
Betapa menyedihkan mencintai tanpa kerelaan, sehingga lebih baik aku menikmati sakit hingga batas perpisahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar